Showing posts with label COVID-19. Show all posts
Showing posts with label COVID-19. Show all posts
Beginilah Kerusakan Paru-paru Bocah Korban Covid-19 di Medan, Dokter Ramadhani: Jangan jadi OJK

Beginilah Kerusakan Paru-paru Bocah Korban Covid-19 di Medan, Dokter Ramadhani: Jangan jadi OJK



Seorang dokter di Medan kesal melihat warga yang cuek dan tetap melalak (keluar rumah) di saat virus corona (Covid-19) mengganas.

Apalagi saat ini sudah kecamatan di Medan dinyatakan zona Kuning atau Merah Covid-19.

Untuk menyadarkan warga dokter spesialis paru, Moh Ramadhani Soeroso SpP K-Onk mengunggah ganasnya virus corona (Covid-19) yang merenggut nyawa bocah di Medan.

Dokter Ramadhani mengunggah foto kerusakan paru-paru anak pasien Covid-19 yang meninggal dunia di RS Rujukan Covid-19 di Medan.

Hanya dalam 24 jam paru-paru si korban rusak parah hingga menghembuskan nafas terakhir; 

Berikut postingan lengkap di akun facebooknya:

Seorang anak dgn diagnosa Covid 19 PDP Berat, di RS.Covid Medan, Rapid Test (+) dimana perbandingan kedua foto paru kurang dari 24 jam infeksi semakin meluas telah terjadi PNEUMONIA BILATERAL, inilah ciri khas kalau paru kena virus, sesak napas berat di intubasi terpasang ventilator, masuk IGD jam 11.30wib meninggal dunia jam 18.30wib di ICU, masih juga keluyuran keluar rumah, di Medan sdh byk OTG, ODP, PDP, tapi lebih banyak lagi OJK (Orang Jogal Kali) di Medan bebal kali disuruh "stay at home" malah keluar"...

#capekdehliatorangMedan 
#sopleaselahtolonglah khusus buat orang Medan jangan keluar rumah, jaga jarak, pake masker, rajin cuci tangan, jaga keluarga dan jaga anak kalian... :)

Dr Moh Ramadhani Soeroso, Sp.P, K-Onk 





Sebelumnya postingan yang hampir mirip diunggah netizen Dody Wibisono.

Dalam unggahannya, Dody Wibisono mengutip pernyataan dokter Ramadhani.

Berikut unggahan lengkap Dody Wibisono:

Anak perempuan 7 thn, Covid 19 PDP Berat,di RS.Covid di Medan, foto toraks cuma beda 1 Hari, langsung pneumonia bilateral, inilah ciri khas kl paru kena virus, sesak napas berat terpasang ventilator, masuk IGD jam 11.30wib meninggal dunia jam 18.30wib di NICU, masih juga keluyuran keluar rumah, di Medan sdh byk OTG, ODP, PDP, tapi Lebih banyak lagi OJK (Orang Jogal Kali) Di Medan bebal Kali disuruh "stay at home" malah keluar"...

#capekdehliatorangMedan 
#masih terbayang muka anak tsb seumur hidupku, sedih bgt nangis terasa, anaknya cantik, please lah tolonglah khusus buat orang Medan Jangan keluar rumah, jaga jarak, pake masker, rajin cuci tangan, jaga anak kalian.


Sebelumnya tri bun-medan.com melansir bayi berusia 2 tahun 6 bulan meninggal dunia di ruang isolasi RSUP Adam Malik pada meninggal dunia pada Minggu (12/4/2020) pukul 03.00 WIB dini hari.

Bayi berstatus PDP Covid-19 ini masuk dan dirawat di ruang isolasi RSUP Adam Malik pada Sabtu (11/4/2020) pukul 16.00 WIB. 

Apakah bayi ini yang dimaksud dokter Ramadhani?

Saat dikontak lewat inbox massenger, dokter Ramadhani hanya mengatakan: Pokoknya usianya di bawah 10 tahun.

Dokter Ramadhani menyampaikan sembilan imbauan khusus bagi warga terkait dengan postingan yang telah diunggahnya.

"Pertama, tetap di rumah kalau terpaksa keluar rumah pakai masker," tulisnya.

"Kedua, hindari keramaian, usahakan berada di ruangan yang ventilasi terbuka.

Ketiga, Jaga jarak terhadap sesama orang, karena kita tidak tau apakah orang tersebut OTG, karena saat ini sudah ada pasien OTG yg hasil swab positive covid-19," terangnya.

"Keempat, hindari berjabat tangan.

Kelima, rajinlah cuci tangan, walaupun enggak ada hand sanitizer, cuci tangan dengan sabun sudah cukup," lanjutnya.

Dia juga menuturkan agar warga mengonsumsi vitamin E dan C.

"Keenam, konsumsi vitamin E, vitamin C, cukup 1 kapsul setiap hari, kemudian madu 2 sendok tiap pagi, kapsul jintan Hitam atau habbatausaudah 2 kapsul setiap hari.

Ketujuh, istirahat 7-8 jam sehari," lanjutnya.

"Kedelapan, berjemur di pagi hari antara jam 07.30-09.30 wib jangan di atas jam 09.30 karena sinar UV 8.5 dpt menyebabkan kerusakan kulit," terangnya.

"Kesembilan, khusus nakes yaitu petugas kesehatan, setiap pulang kerja Baik dari rumah sakit, puskesmas, klinik dan praktek, wajib mandi bersihkan diri, jangan pegang apapun kalau nyampe rumah, langsung mandi dan rendam pakaian pakai deterjen, setelah itu baru sapa keluarga," terangnya.

Dua warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal di rumah sakit di kota Medan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, dr. Aris Yudhariansyah menyebutkan pasien tersebut merupakan warga Medan Johor.

"Iya ada seorang perempuan, seorang ibu rumah tangga umur 40-an tahun. Daerahnya di Medan Johor," tutur Aris

Ia menyebutkan bahwa pasien tersebut meninggal berstatus PDP di RS Colombia Asia Medan pada Jumat (17/4/2020).

"Dirawat di Colombia Asia, meninggalnya tadi malam, Statusnya PDP. Jadi masih menunggu hasil swab dari Jakarta. Dia sudah ada dua minggu dirawat," tutur Aris.

Aris menyebutkan ibu tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta.

"Pasien punya riwayat dari Jakarta, dia punya penyakit pneumonia, dan meninggal karena PDP itu," tambahnya.

Lebih lanjut, pasien berstatus PDP lainnya yang meninggal di RS Elisabeth Medan.

"Ada di RS Elisabeth hari ini seorang laki-laki warga Binjai umur 69 tahun, statusnya PDP," ungkap Aris.

Untuk pasien tersebut, Aris menyebutkan bahwa hasil rapid test di awal positif namun saat dirawat keluar hasil negatif.

"Sudah diswab tapi belum keluar hasilnya, rapid testnya positif dan negatif. Artinya waktu masuk dia positif setelah dirawat negatif," tuturnya.

Terakhir, Aris menyebutkan bahwa kedua pasien tersebut telah dimakamkan di TPU khusus Covid-19 di Simalingkar B, Medan Tuntungan.

"Keduanya sudah dimakamkan dengan standart penguburan jenazah Covid-19," pungkasnya.

Hingga Sabtu (18/4/2020), jumlah pasien positif corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 325 kasus hingga menjadi 6.248 kasus.

Sementara itu, terdapat 15 pasien postif corona yang meninggal dunia.

Kini total kasus kematian akibat Covid-19 berjumlah 535 pasien.

Kabar baiknya, terdapat 24 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien sembuh bertambah menjadi 631 orang.

Adapun peningkatan jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 2.612.

Sehingga, kini total ODP berjumlah 176.344 orang.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 369 orang sehingga total terdapat 12.979 PDP.

Hingga saat ini, 34 provinsi di Indonesia terdampak Covid-19.





Pengusaha ini Sumbang 20 Ton Beras bagi Warga Miskin Terdampak Covid-19

Pengusaha ini Sumbang 20 Ton Beras bagi Warga Miskin Terdampak Covid-19



Kebijakan pembatasan sosial (social distancing) dan pembatasan jarak fisik (physical distancing) akibat pandemi Covid-19, sangat berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat terutama buruh harian lepas dan warga miskin.

Alih-alih terhindar dari Corona, urusan domestik (pangan) para pekerja harian dan masyarakat miskin itu pun sudah pasti ikut terancam.

Apalagi, adanya himbauan pemerintah agar masyarakat mengurung diri di dalam rumah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 beberapa hari lalu.

Untuk alasan itulah, Ketua Umum Pemuda Merga Silima (PMS), Mbelin Brahmana, mengambil inisiatif untuk memberikan bantuan beras bagi masyarakat miskin, terutama kepada buruh harian lepas yang setiap harinya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Tak tanggung-tanggung, 20 ton beras disumbangkan sebagai wujud kepeduliannya kepada masyarakat miskin yang terdampak virus Corona.


“Saya bukan orang hebat, bukan orang kaya. Hanya pengusaha dengan modal pas-pasan. Tapi karena saya cinta kepada saudara-saudara saya, maka hati saya terpanggil untuk membantu mereka.” kata Mbelin Brahmana kepada orbitdigitaldaily.com, Jumat (10/4/2020).

Mbelin Brahmana yang juga termasuk salah satu Tokoh Masyarakat Sumatera Utara

yang cukup dikenal saat ini berpesan, agar masyarakat tidak memanfaatkan situasi saat ini untuk melakukan perampasan, penjarahan, pencurian, atau secara premanisme memalak para pengusaha atau pegawai pemerintah.


“Mari kita sama-sama saling membantu dan saling menjaga. Karena kita Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harga mati,” ucapnya lagi.

Dia pun mengungkapkan, bahwa bantuan tersebut sudah disalurkan kepada seluruh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PMS Kabupaten/Kota, untuk langsung disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga bantuan ini bermanfaat, karena PMS selalu cinta perdamaian dan persaudaraan,” tutupnya.

Reporter : David Kaka
Sumber : Orbit Digital
Editor : Karo Gaul

Salah Satu Warga Tebing Tinggi Positif Corona, Tim Kesehatan Lakukan Pemeriksaan Di Rumah Pasien

Salah Satu Warga Tebing Tinggi Positif Corona, Tim Kesehatan Lakukan Pemeriksaan Di Rumah Pasien


TEBING TINGGI – Pasca ditetapkannya satu orang PDP positif corona warga Kota Tebing Tinggi oleh Tim Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tebing Tinggi lakukan pemeriksaan di rumah pasien, Minggu (12/4/2020).
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tebing Tinggi dr Nanang Aulia Fitra saat konferensi pers di Posko covid melaporkan, satu orang warga Kota Tebing Tinggi positif terjangkit covid-19 setelah dilakukan swab test dan saat ini pasien sedang dirawat di Rumah Sakit GL Tobing Tanjung Morawa Deli Serdang.
Menurut dr Nanang, sebelumnya Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang ditetapkan positif sebelumnya melakukan perawatan kesehatan mandiri di Rumah Sakit Murni Teguh Medan pada tanggal 2 April 2020 yang lalu dengan keluhan demam dan batuk.
Kemudian terhadap pasien dilakukan ravid test dan dinyatakan positif. Lalu dilakukan pemeriksaan lanjutan dibagian tenggorokan dengan menggunakan swab test dan dikirim ke Balitbangkes RI di Jakarta dan pada tanggal 11 April 2020 kemarin hasilnya positif covid-19, kemudian pasien dirujuk ke Rumah Sakit GL Tobing Tanjung Morawa, kata dr Nanang.
” Kasus ini merupakan kasus pertama orang yang dinyatakan positif covid-19 di Kota Tebing Tinggi “, kata Nanang.
Nanang juga menjelaskan, yang postif PDP di Kota Tebing Tinggi 1 orang dan 4 orang PDP lainnya warga Kota Tebing Tinggi dinyatakan negatif namun masih diagnosa PDP dan tetap dirawat di Rumah Sakit GL Tobing.
” PDP yang dinyatakan positif berjenis kelamin laki-laki dan berusia sekitar 44 Tahun. Riwayat perjalanan pasien baru pulang perjalanan dari Kota Padang Sidimpuan dan Rantau Prapat “, kata Nanang.
Pihak Gugus Tugas telah melakukan pemeriksaan ravid test terhadap keluarga yang berhubungan langsung dengan pasien dan hasilnya negatif serta melakukan penyemprotan disinfektan disekitar rumah pasien positif, ujarnya. (ibb)

Kabar Gembira, Virus Corona Akan Berakhir Akhir April 2020

Kabar Gembira, Virus Corona Akan Berakhir Akhir April 2020

Source: Okezone (images)


BOOKC - Musim kemarau adalah musim di daerah tropis yang dipengaruhi oleh sistem muson.

Muson merupakan angin musiman yang bersifat periodik dan biasanya terjadi terutama di Samudera Hindia dan sebelah selatan Asia

Munculnya angin muson biasanya ditandai dengan curah hujan yang tinggi.

Bagi petani yang memiliki lahan sawah tadah hujan jika memasuki bulan April adalah masa panen raya.

Petani padi di lahan sawah tadah hujan biasanya bertani di saat awal musim hujan, sekitar Bulan November.

Petani padi jika memasuki Bulan April-Mei akan mengganti komoditi pertaniannya dari menanam padi mengganti menjadi menanam palawija, begitulah siklus petani yang akan melihat iklim untuk melakukan usaha taninya kecuali jika petani padi yang memiliki lahan sawah irigasi tehnis, kapan saja petani bisa menanam padi karena ketersediaan air selalu ada.

Gambaran umum dari virus adalah virus sensitif terhadap lingkungan yang beriklim panas.

Virus akan mati jika berada di iklim panas. Tetapi khusus untuk virus corona yang sekarang ini Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV), memang sampai saat ini belum punya cukup bukti apakah bisa bertahan pada suhu tropis.

Suhu tubuh manusia sekitar 36-37 derajat celcius, sementara suhu saat musim kemarau bisa di atas 40 derajat celcius, walaupun dari sisi penelitian ilmiah belum ada yg menyimpulkan bahwa negara yang berada di iklim tropis bisa menghambat penularan virus corona Covid-19

Jika kita lihat saat petani padi menanam padi, penyakit tanaman padi yang disebabkan mikroorganisme seperti cendawan akan berkembang biak di saat musim hujan, tapi saat memasuki musim kemarau, penyakit tanaman padi yang disebabkan oleh cendawan tidak berkembang dan jarang ditemukan.

Saya prediksi bagi negara-negara yang berada di wilayah tropika seperti di Asia Tenggara, Asia Selatan, Australia bagian timur laut, Afrika dan sebagian Amerika Selatan mengalami musim kemarau, iklim akan membantu dalam penanggulangan dan menghambat penularan virus corona.

Indonesia berada di wilayah tropika, artinya akhir bulan April 2020 atau awal bulan Mei 2020 bagi warga masyarakat yang positif terinfeksi virus corona perlahan akan sembuh dan penularannya perlahan akan berhenti.

Walaupun demikian, masyarakat jangan pernah lengah, harus selalu menjaga jarak, tetap di rumah, hindari acara kumpul dan pesta, jaga sanitasi lingkungan dan diri sendiri, 4 sehat 5 sempurna, konsumsi multi vitamin, istirahat yang cukup, perhatikan mentalitas agar tetap positi dan terakhir adalah berdoa berserah diri kepada Sang Maha Pencipta, bahwa semua itu adalah atas kehendak-Nya

Semoga apa yang saya kaji dan prediksi sesuai dengan yang akan datang, jika prediksi saya keliru, mohon maaf yang sebesar-besarnya, semuanya kita kembalikan dan pasti atas kehendak-Nya.

Sumber: viva.co.id

Kesihatan D-G menyertai saintis global untuk melawan Covid-19

Kesihatan D-G menyertai saintis global untuk melawan Covid-19



KUALA LUMPUR, 3 April - Ketua Pengarah Kesihatan Malaysia, Datuk Dr Noor Hisham Abdullah telah menyertai gabungan saintis global dalam usaha mereka untuk bertindak balas terhadap pandemik Covid-19 dalam keadaan miskin sumber.

Injeksi Dadah untuk Inisiatif Penyakit Diabaikan (DNDi) dalam satu kenyataan hari ini berkata Dr Noor Hisham adalah salah satu daripada 74 penandatangan untuk Gabungan Penyelidikan Klinikal Covid-19 yang bertujuan untuk mempercepatkan penyelidikan Covid-19 yang sangat diperlukan di kawasan tersebut.


Selain para saintis, kumpulan ini terdiri daripada pakar perubatan, pakar dana dan pembuat dasar dari lebih daripada 70 institusi dari lebih dari 30 buah negara, yang komited untuk mencari penyelesaian Covid-19 untuk pengaturan miskin sumber di mana virus itu boleh melumpuhkan sistem kesihatan yang sudah rapuh dan menyebabkan kesan kesihatan yang paling besar kepada penduduk yang terdedah.

Antara penanda utama lain ialah Profesor Universiti Kesihatan dan Sosial Sosial Kolokotrones di Harvard Harvard Medical School, Amerika Syarikat, Paul Farmer; Ketua Pengarah Institut Pasteur, Perancis, Stewart Cole; dan Saintis Senior di University of Oxford, Philippe J Guerin.

Menurut kenyataan itu, dalam ulasan yang diterbitkan hari ini dalam jurnal antarabangsa, The Lancet, anggota gabungan mengatakan bahawa kerjasama penyelidikan dan penyelidikan antarabangsa diperlukan dengan segera untuk menyokong Afrika, Amerika Latin, Eropah Timur, dan negara-negara Asia tertentu untuk bertindak balas dengan berkesan. kepada pandemik yang semakin teruk dan mempercepat penyelidikan yang disesuaikan dengan tetapan terhad sumber.


Dalam ulasan itu, penulis menyatakan bahawa mereka mendapati bahawa daripada hampir 600 percubaan klinikal Covid-19 didaftarkan, sangat sedikit percubaan yang dirancang dalam keadaan yang kurang baik sumber, walaupun persidangan SOLIDARITAS Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) telah dilancarkan.

Oleh itu penulis berkomited untuk berkongsi kepakaran teknikal dan keupayaan percubaan klinikal untuk mempercepat penyelidikan Covid-19 dalam tetapan tersebut. menurut kenyataan itu.

DNDi berkata gabungan itu akan memudahkan pendekatan yang diselaraskan supaya semua data dari semua wilayah dapat dikumpulkan dalam cara yang sama, dikumpulkan dan dikongsi dalam masa nyata yang akan membantu negara-negara dan WHO untuk membuat keputusan berasaskan bukti yang jelas mengenai dasar dan amalan.

Kenyataan itu menyatakan bahawa Ketua Saintis WHO Dr Soumya Swaminathan juga memuji inisiatif gabungan itu yang akan membantu WHO dalam peranan penyelarasnya dalam respon global terhadap Covid-19.

"Kami mengalu-alukan pelancaran gabungan ini, yang mengambil kesempatan daripada kepakaran multinasional dan multidisiplin yang sedia ada dalam menjalankan ujian klinikal dalam tetapan miskin sumber.

"Walaupun pusat gempa ini hari ini di tempat lain, kita perlu menyediakan sekarang untuk akibat pandemik ini dalam lebih banyak tetapan yang terkawal sumber atau kita akan kehilangan banyak nyawa," kata kenyataan itu.

Ahli gabungan juga menyeru komitmen khusus untuk memastikan akses, supaya rawatan baru yang berkesan disediakan secepat mungkin dalam tetapan miskin sumber dan mudah terjangkau dan mudah diakses. - Bernama



Sumber : malaymail.com 

Jokowi Minta Pemda Patungan Biayai BPJS Kesehatan Terkait Corona

Jokowi Minta Pemda Patungan Biayai BPJS Kesehatan Terkait Corona



Peran BPJS Kesehatan dalam kondisi pandemi COVID-19 atau virus corona sangat penting. Sebagai pelaksana jaminan kesehatan nasional, BPJS Kesehatan bisa menjadi solusi bagi penderita COVID-19 yang butuh bantuan biaya.
Namun seperti diketahui beban BPJS Kesehatan semakin berat. Apa lagi Mahkamah Agung (MA) membatalkan keputusan pemerintah yang menaikkan iuran peserta.

Dalam kondisi saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pemerintah daerah ikut berpartisipasi membantu beban biaya BPJS Kesehatan untuk pasien COVID-19. Dia ingin agar bantuan beban biaya itu dianggarkan dalam APBD.

"Terkait pembiayaan BPJS Kesehatan untuk pasien COVID-19, siapkan beban biaya pelayanan kesehatan atas penanganan bencana wabah COVID-19 ini dalam APBN maupun APBD. Kita harus memastikan gubernur, bupati, wali kota juga melakukan realokasi anggaran APBD untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar COVID-19," tuturnya saat membuka ratas melalui video conference, Selasa (24/3/2020).

Jokowi juga meminta Menteri Kesehatan untuk melakukan standardisasi dan prosedur yang dibutuhkan dalam rangka pelayanan jaminan kesehatan pasien COVID-19.
"Baik terkait informasi fasilitas kesehatan dan biaya pelayanan, serta pendataan fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan kesehatan akibat COVID-19," tutupnya.

Sumber: https://m.detik.com/finance/moneter/d-4951276/jokowi-minta-pemda-patungan-biayai-bpjs-kesehatan-terkait-corona?utm_source=facebook&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=btn&utm_content=finance&fbclid=IwAR2dlDaVxCSOLWwdn4FG2QXQl8Ve9eKZ39ReekfWCRpHXi_fAiPWGXQ2mDY

CORONA VIRUS KE 7 YG BERBAHAYA, VIRUS KE 8 PALING BERBAHAYA

CORONA VIRUS KE 7 YG BERBAHAYA, VIRUS KE 8 PALING BERBAHAYA

BERBAHAYA

Simak, beberapa Penyakit Menular Era Modern. Ini penjelasan ringkas beberapa penyakit, yang disebabkan ekspansi virus di era modern.

1. AIDS

AIDS pertama kali ditemukan di Amerika Serikat. Namun asal virus HIV-nya dari Afrika. Konon penyakit ini mulai eksis setelah salah seorang warga di Afrika melakukan hubungan badan dengan seekor monyet. Selanjutnya menulari bule AS. Penyakit ini kemudian berkembang pesat di seluruh dunia pasca mewabahnya perilaku sex bebas.

2. SAPI GILA

Penyakit sapi gila pertama kali ditemukan di Inggris tahun 1986. Mulanya menyerang hewan ternak. Namun kemudian si virus berekspansi menyerang manusia dengan varian baru. Pada manusia, objek yang diserang adalah sistem saraf atau otak. Orang yang terinfeksi penyakit sapi gila umumnya akan kehilangan kendali atas tubuhnya. Dia akan kesulitan untuk berbicara, berjalan bahkan berdiri.

3. FLU BURUNG

Flu burung adalah penyakit lama. Muncul pertama kali di Italia lebih dari satu abad yang lalu. Mulanya dianggap penyakit biasa karena menyasar hewan ternak yang kurang telaten menjaga kesehatan. Namun kemudian virus H5N1 semakin ngelunjak dan mulai menyerang manusia. Puncak kejayaan penyakit flu burung terjadi tahun 2000-2007.

4. FLU BABI

Sama seperti flu burung, flu babi adalah penyakit yang menyerang pernapasan manusia. Hanya beda kode virus saja. Flu burung H5N1, flu babi H1N1. Flu babi sendiri ditemukan pertama kali tahun 1976 di Amerika Serikat. Namun sudah dikenali sebagai penyakit musiman sejak tahun 1919. Flu babi lalu mulai promo ke berbagai negara dan tercatat menyerang warga Luzon, Filipina tahun 2007.

5. EBOLA

Ebola pertama kali ditemukan tahun 1976 di Kongo, Afrika. Virus berasal dari monyet dan kelelawar pemakan buah. Penderita Ebola akan mengalami kesulitan pembekuan darah. Darah akan mengucur dengan sendirinya dari hidung, mulut atau bekas suntikan. Muntah darah, batuk berdarah, hingga berak berdarah adalah tanda akut dari mengganasnya virus dari tubuh seseorang yang terjangkiti.

6. SARS

Pertama kali muncul di China tahun 2002. Penyakit SARS tergolong mematikan dan menyerang pernapasan manusia. Pemerintah China sempat menutupi epidemi penyakit ini saat pertama kali ditemukan. Namun setelah SARS menyebar diberbagai negara dalam hitungan bulan dengan korban tewas mencapai 775 orang ratusan ribu ternak, barulah pemerintah China membuka diri dan mengajak dunia internasional bersama memeranginya.

7. CORONA


Belajar dari penyakit SARS, pemerintah China enggan menyembunyikan wabah virus yang bermula dari kota Wuhan dan sekitarnya. Mereka mengisolasi kota dan melarang warganya untuk berpergian. Penyakit yang berasal dari virus Corona menyerang sistem pernapasan manusia dengan melumpuhkan fungsi paru-paru. Virus ditengarai berasal dari kelelawar dan ular yang dijual bebas di pasaran. Virus ini sangat mematikan, karena hanya butuh waktu hitungan hari untuk mengakhiri riwayat hidup seseorang.

8. SULB

Penyakit ini diyakini berasal dari Indonesia. Virus sedang diteliti dan diperdebatkan seperti kebiasaan bangsa kita. Gejalanya gampang emosi, selalu merasa khawatir, suka berkelit dan phobia terhadap sosok tertentu. Virus kemungkinan berasal dan berawal dari dompet yang tipis banyak gaya dan sok kaya, Banyak yang mengusulkan agar virus penyakit sosial ini diberi nama *SULB*

*Tidak mematikan,tapi menjengkelkan*
*_SULB = (Suka Utang Lupa Bayar)_*
🏃🏻🏃🏻🏃🏻🏃🏻

Pakar dan pemberi dana dunia menetapkan prioritas untuk penelitian COVID-19

Pakar dan pemberi dana dunia menetapkan prioritas untuk penelitian COVID-19

Pakar kesehatan terkemuka dari seluruh dunia telah bertemu di markas besar Organisasi Kesehatan Dunia Jenewa untuk menilai tingkat pengetahuan saat ini tentang penyakit COVID-19 yang baru, mengidentifikasi kesenjangan dan bekerja sama untuk mempercepat dan mendanai penelitian prioritas yang diperlukan untuk membantu menghentikan wabah ini dan bersiaplah untuk wabah di masa depan.



Forum 2 hari ini diselenggarakan sejalan dengan Cetak R & D WHO - sebuah strategi untuk mengembangkan obat-obatan dan vaksin sebelum epidemi, dan mempercepat penelitian dan pengembangan ketika sedang terjadi.

“Wabah ini adalah ujian solidaritas - politik, keuangan, dan ilmiah. Kita perlu bersatu untuk melawan musuh bersama yang tidak menghormati perbatasan, memastikan bahwa kita memiliki sumber daya yang diperlukan untuk mengakhiri wabah ini dan membawa ilmu pengetahuan terbaik kita ke garis depan untuk menemukan jawaban bersama untuk masalah bersama. Penelitian adalah bagian integral dari respons wabah, ”kata Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Saya menghargai tanggapan positif dari komunitas penelitian untuk bergabung dengan kami dalam waktu singkat dan menghasilkan rencana dan komitmen nyata untuk bekerja bersama.”

Pertemuan tersebut, diselenggarakan bersama dengan GloPID-R (Kolaborasi Penelitian Global untuk Kesiapan Penyakit Menular) menyatukan penyandang dana penelitian utama dan lebih dari 300 ilmuwan dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu. Mereka membahas semua aspek wabah dan cara untuk mengendalikannya termasuk:


  • sejarah alami virus, penularan dan diagnosisnya;
  • penelitian hewan dan lingkungan tentang asal virus, termasuk langkah-langkah manajemen di antarmuka manusia-hewan;
  • studi epidemiologi;
  • karakterisasi klinis dan manajemen penyakit yang disebabkan oleh virus;
  • pencegahan dan pengendalian infeksi, termasuk cara terbaik untuk melindungi petugas kesehatan;
  • penelitian dan pengembangan untuk kandidat terapi dan vaksin;
  • pertimbangan etis untuk penelitian;
  • dan integrasi ilmu sosial ke dalam respons wabah.

“Pertemuan ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi prioritas mendesak untuk penelitian. Sebagai kelompok pemberi dana, kami akan terus memobilisasi, mengoordinasi, dan menyelaraskan dana kami untuk memungkinkan penelitian yang diperlukan untuk mengatasi krisis ini dan menghentikan wabah, dalam kemitraan dengan WHO, ”kata Profesor Yazdan Yazdanpanah, ketua GloPID-R. “Akses yang adil - memastikan kami berbagi data dan menjangkau mereka yang paling membutuhkan, khususnya yang di negara berpenghasilan rendah dan menengah, merupakan hal mendasar dalam pekerjaan ini yang harus dipandu oleh pertimbangan etis setiap saat.”

Selama pertemuan tersebut, lebih dari 300 ilmuwan dan peneliti berpartisipasi secara langsung dan secara virtual menyetujui serangkaian prioritas penelitian global. Mereka juga menjabarkan mekanisme untuk melanjutkan interaksi ilmiah dan kolaborasi di luar pertemuan yang akan dikoordinasikan dan difasilitasi oleh WHO. Mereka bekerja dengan penyandang dana penelitian untuk menentukan bagaimana sumber daya yang diperlukan dapat dimobilisasi sehingga penelitian kritis dapat segera dimulai.

Pertimbangan akan membentuk dasar dari roadmap penelitian dan inovasi memetakan semua penelitian yang diperlukan dan ini akan digunakan oleh peneliti dan penyandang dana untuk mempercepat respon penelitian.

Catatan untuk editor

GloPID-R adalah aliansi global organisasi pendanaan penelitian internasional yang berinvestasi dalam kesiapsiagaan dan respons terhadap epidemi.

sumber : https://www.who.int/news-room/detail/12-02-2020-world-experts-and-funders-set-priorities-for-covid-19-research