Showing posts with label NEWS. Show all posts
Showing posts with label NEWS. Show all posts
Menu Buka Puasa: Pisang Goreng Rambutan, Renyahnya Bikin Nagih!

Menu Buka Puasa: Pisang Goreng Rambutan, Renyahnya Bikin Nagih!



Resep Pisang Goreng Rambutan ini bisa jadi pelengkap menu buka puasamu.

Resep pisang goreng renyah ini cukup mudah dibuat kok.

Tertarik membuatnya? Yuk cek bahan-bahan apa saja yang perlu disiapkan.

Tak cuma renyah di mulut, Resep Pisang Goreng Rambutan juga miliki rasa yang enak dan lezat.

Tampil dengan bentuk yang unik, semua pasti tidak tahan untuk segera mencicipi Resep Pisang Goreng Rambutan yang renyah dan nikmat ini.

Waktu: 45 Menit

Sajian: 16 Buah

Bahan:

2 buah pisang tanduk, dipotong bulat tebal 1 1/2cm

25 lembar kulit pangsit, dipotong panjang halus

800 ml minyak untuk menggoreng

Bahan Larutan Tepung:

50 gram tepung terigu protein sedang

10 gram tepung beras

1/8 sendok teh garam

3/4 sendok teh gula tepung

1/2 sendok teh baking powder

50 ml air es

1 butir telur

Cara Membuat Pisang Goreng Rambutan:

1. Larutan tepung: aduk rata tepung terigu, tepung beras, garam, gula tepung, dan baking powder. Tambahkan air es dan telur. Aduk rata.

2. Celupkan pisang satu per satu ke dalam larutan tepung terigu. Gulingkan di kulit pangsit.

3. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang.

Artikel ini telah tayang di sajiansedap.grid.id dengan judul Resep Pisang Goreng Rambutan Enak, Jawaban Untuk Camilan Malam Hari


Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Inspirasi Menu Buka Puasa: Pisang Goreng Rambutan, Renyahnya Bikin Nagih!, https://manado.tribunnews.com/2020/04/24/inspirasi-menu-buka-puasa-pisang-goreng-rambutan-renyahnya-bikin-nagih.


Kabar Baik: Iuran BPJS Kesehatan Turun Mulai 1 Mei 2020

Kabar Baik: Iuran BPJS Kesehatan Turun Mulai 1 Mei 2020



Kepala Cabang BPJS Yogyakarta, Dwi Hesty Yuniarti mengatakan, sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020 yang menyatakan membatalkan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019. Maka iuran akan kembali seperti sebelumnya yaitu sebesar Rp 80.000 untuk kelas 1, Rp 51.000 untuk kelas 2 dan Rp 25.500 untuk kelas 3.

Menurutnya, perhitungan pemberlakuan penyesuaian iuran sesuai dengan Putusan MA adalah per 1 April 2020. Untuk iuran bulan Januari sampai Maret 2020 tetap mengacu pada Perpres 75 tahun 2019 yaitu sebesar Rp 160.000 untuk kelas 1, Rp 110.000 untuk kelas 2 dan Rp 42.000 untuk kelas 3.
"Aturannya akan kembali seperti semula," tuturnya, Kamis (30/4/2020).

Dengan demikian, untuk iuran Januari sampai Maret 2020 tidak ada pengembalian tetapi akan dikompensasi di bulan berikutnya. Namun, terhadap kelebihan iuran peserta JKN-KIS yang telah dibayarkan pada bulan April 2020 akan dikompensasikan ke iuran pada bulan berikutnya.

BPJS Kesehatan sudah melakukan penyesuaian sistem teknologi informasi (TI) serta penghitungan kelebihan iuran peserta. Ia berharap per 1 Mei 2020, peserta sudah mendapatkan tagihan yang telah disesuaikan.
“Pada prinsipnya kami ingin pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS tidak terhambat," tambahnya.
Hal tersebut juga memperhatikan kondisi sosial ekonomi saat ini di tengah pandemi Covid-19. Dengan dikembalikannya nominal iuran segmen PBPU sesuai Putusan MA per 1 Mei 2020 ini, kami harapkan dapat membantu dan tidak membebani  masyarakat. 

Peserta dapat terus berkontribusi, menjaga status kepesertaannya tetap aktif dengan rajin membayar iuran rutin setiap bulannya. Ini merupakan salah satu wujud gotong royong khususnya di saat bangsa sedang bersama melawan COVID-19.

Hesti menambahkan, apabila pada 1 Mei 2020 peserta mendapat kendala terkait status kepesertaan, tagihan serta membutuhkan informasi lainnya dapat menghubungi BPJS Kesehatan. Ia juga

mengingatkan peserta untuk tetap memprioritaskan jaminan kesehatan sebagai kebutuhan dasar terlebih di masa pandemi COVID-19. 
"Risiko sakit akan semakin memperlebar keterpurukan ekonomi apabila tidak memiliki jaminan kesehatan," ujarnya 

Direktur Utama BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf menekankan, bahwa penyesuaian iuran ini hanya berlaku bagi segmen peserta PBPU dan BP. Untuk segmen peserta lain seperti peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Pekerja Penerima Upah (PPU) masih mengacu pada Perpres 75 tahun 2019.

Pemerintah saat ini sudah menyiapkan rencana penerbitan Peraturan Presiden yang substansinya antara lain mengatur keseimbangan dan keadilan besaran iuran antar segmen peserta, dampak terhadap kesinambungan program dan pola pendanaan JKN, konstruksi ekosistem jaminan kesehatan yang sehat, termasuk peran Pemerintah (pusat dan daerah)."Rancangan Peraturan Presiden tersebut telah melalui proses harmonisasi dan selanjutnya akan berproses paraf para menteri dan diajukan penandatanganan kepada Presiden," terangnya.


Jawaban Soal Apa Manfaat Menabung di Belajar dari Rumah TVRI untuk SD Kelas 1-3, Jumat 24 April 2020

Berikut ini tiga pertanyaan untuk SD kelas 1-3 di Belajar dari Rumah TVRI

1. Apa manfaat menabung?

2. Bagaimana caranya supaya kamu bisa menabung?

3. Kalau uang tabunganmu sudah terkumpul, apa yang akan kamu lakukan?

Jawaban:

1. Apa manfaat menabung?

Menabung dapat memberikan banyak manfaat, seperti"

- Belajar merencanakan keuangan sejan dini

- Belajar kedisiplinan

- Mengajarkan hidup hemat dan tidak boros

- memberi pemahaman tentang beratnya mencari uang

- Melatih diri untuk mengatur keuangan pribadi

Menabung juga bermanfaat untuk membeli kebutuhan mendadak dan kepentingan lainnya.

2. Bagaimana caranya supaya kamu bisa menabung?

Ada beberpa cara yang dapat dilakukan agar bisa menabung, seperti:

- Menyisihkan uang jajan untuk ditabung

- Menguatkan niat dalam diri untuk menabung agar bisa membeli sesuatu kesukaan kita

3. Kalau uang tabunganmu sudah terkumpul, apa yang akan kamu lakukan?

Jika uang tabungan sudah terkumpul, kamu bisa membelikan barang yang berguna, seperti:

- Peralatan sekolah

- Sepatu

- Sepeda

- Serta kebutuhan lainnya yang bersifat wajib atau sangat dibutuhkan

Berikut jadwal dan materi Belajar dari Rumah TVRI, Jumat 24 April 2020, dilansir akun Instagram TVRI, @tvrinasional:

1. Pukul 08.00 - 08.30 WIB

Materi PAUD & Sederajat

Jalan Sesama

2. Pukul 08.30 - 09.00 WIB

Materi SD Kelas 1- 3 dan Sederajat

Sahabat Pelangi: Mari Menabung

3. Pukul 09.00 - 09.30 WIB

Materi SD Kelas 4 - 6 dan Sederajat

Gemar Matematika: Perbandingan dan Skala

4. Pukul 09.30 - 10.00 WIB

Materi SMP & Sederajat

Situs Bersejarah Batu Berak

5. Pukul 10.00 - 10.30 WIB

Materi SMA & Sederajat

Candi Borobudur 

6. Pukul 10.30 - 11.00 WIB

Keluarga Indonesia: Parenting

Sahabat Keluarga: Menjadi Orang Tua

Jadwal ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan penyiaran TVRI dan Kemendikbud.

Perubahan jadwal akan diinformasikan lebih lanjut.



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jawaban Soal Apa Manfaat Menabung di Belajar dari Rumah TVRI untuk SD Kelas 1-3, Jumat 24 April 2020, https://www.tribunnews.com/nasional/2020/04/24/jawaban-soal-apa-manfaat-menabung-di-belajar-dari-rumah-tvri-untuk-sd-kelas-1-3-jumat-24-april-2020?page=4.
Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: bunga pradipta p


NCCIM mendesak perusahaan yang diizinkan beroperasi di tengah MCO untuk mematuhi pedoman

NCCIM mendesak perusahaan yang diizinkan beroperasi di tengah MCO untuk mematuhi pedoman




KUALA LUMPUR, 10 April - Kamar Dagang dan Industri Nasional Malaysia (NCCIM) mendesak semua perusahaan dan industri yang diizinkan untuk beroperasi secara bertahap selama periode kontrol gerakan (MCO) untuk sepenuhnya mematuhi prosedur operasi standar dan pedoman untuk memastikan kesehatan masyarakat tidak terganggu.
Kamar itu mengatakan langkah-langkah perlindungan / pencegahan pemerintah dan MCO telah berhasil mencegah peningkatan eksponensial dalam kasus-kasus baru yang terinfeksi dan kematian akibat Covid-19.
"Tapi rasa puas diri tidak boleh diizinkan untuk masuk. Perang melawan Covid-19 belum berakhir," tegas presidennya Tan Sri Ter Leong Yap dalam sebuah pernyataan.
Dia memuji keputusan pemerintah untuk memperpanjang MCO selama dua minggu lagi, dari 15 April hingga 28 April 2020. 
NCCIM percaya pemerintah telah mempertimbangkan semua aspek dalam memutuskan untuk memperpanjang MCO dan melalui gugus tugas kabinet khusus, meninjau dan mempertimbangkan memungkinkan industri terpilih untuk melanjutkan operasi mereka secara bertahap meskipun di bawah kepatuhan ketat dari prosedur operasi standar.
“Kami bersyukur bahwa pemerintah dan kementerian terkait telah mempertimbangkan saran NCCIM tentang pendekatan MCO dalam menyeimbangkan elemen makro dan mikro ekosistem bisnis dan kesehatan masyarakat dalam memastikan kepentingan terbaik bangsa, kelangsungan hidup bisnis, kesejahteraan pekerja, dan mata pencaharian warga, ”kata Ter. - Bernama.





sumber : malaymail.com

Kabar Gembira, Virus Corona Akan Berakhir Akhir April 2020

Kabar Gembira, Virus Corona Akan Berakhir Akhir April 2020

Source: Okezone (images)


BOOKC - Musim kemarau adalah musim di daerah tropis yang dipengaruhi oleh sistem muson.

Muson merupakan angin musiman yang bersifat periodik dan biasanya terjadi terutama di Samudera Hindia dan sebelah selatan Asia

Munculnya angin muson biasanya ditandai dengan curah hujan yang tinggi.

Bagi petani yang memiliki lahan sawah tadah hujan jika memasuki bulan April adalah masa panen raya.

Petani padi di lahan sawah tadah hujan biasanya bertani di saat awal musim hujan, sekitar Bulan November.

Petani padi jika memasuki Bulan April-Mei akan mengganti komoditi pertaniannya dari menanam padi mengganti menjadi menanam palawija, begitulah siklus petani yang akan melihat iklim untuk melakukan usaha taninya kecuali jika petani padi yang memiliki lahan sawah irigasi tehnis, kapan saja petani bisa menanam padi karena ketersediaan air selalu ada.

Gambaran umum dari virus adalah virus sensitif terhadap lingkungan yang beriklim panas.

Virus akan mati jika berada di iklim panas. Tetapi khusus untuk virus corona yang sekarang ini Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV), memang sampai saat ini belum punya cukup bukti apakah bisa bertahan pada suhu tropis.

Suhu tubuh manusia sekitar 36-37 derajat celcius, sementara suhu saat musim kemarau bisa di atas 40 derajat celcius, walaupun dari sisi penelitian ilmiah belum ada yg menyimpulkan bahwa negara yang berada di iklim tropis bisa menghambat penularan virus corona Covid-19

Jika kita lihat saat petani padi menanam padi, penyakit tanaman padi yang disebabkan mikroorganisme seperti cendawan akan berkembang biak di saat musim hujan, tapi saat memasuki musim kemarau, penyakit tanaman padi yang disebabkan oleh cendawan tidak berkembang dan jarang ditemukan.

Saya prediksi bagi negara-negara yang berada di wilayah tropika seperti di Asia Tenggara, Asia Selatan, Australia bagian timur laut, Afrika dan sebagian Amerika Selatan mengalami musim kemarau, iklim akan membantu dalam penanggulangan dan menghambat penularan virus corona.

Indonesia berada di wilayah tropika, artinya akhir bulan April 2020 atau awal bulan Mei 2020 bagi warga masyarakat yang positif terinfeksi virus corona perlahan akan sembuh dan penularannya perlahan akan berhenti.

Walaupun demikian, masyarakat jangan pernah lengah, harus selalu menjaga jarak, tetap di rumah, hindari acara kumpul dan pesta, jaga sanitasi lingkungan dan diri sendiri, 4 sehat 5 sempurna, konsumsi multi vitamin, istirahat yang cukup, perhatikan mentalitas agar tetap positi dan terakhir adalah berdoa berserah diri kepada Sang Maha Pencipta, bahwa semua itu adalah atas kehendak-Nya

Semoga apa yang saya kaji dan prediksi sesuai dengan yang akan datang, jika prediksi saya keliru, mohon maaf yang sebesar-besarnya, semuanya kita kembalikan dan pasti atas kehendak-Nya.

Sumber: viva.co.id

Cara Dapat Token Listrik Gratis untuk Pelanggan 450 dan 900 VA

Cara Dapat Token Listrik Gratis untuk Pelanggan 450 dan 900 VA

Pelanggan di atas daya listrik itu takkan bisa mendapatkan token karena data pengguna 450 VA dan 900 VA bersubsidi sudah dimiliki PLN.
BOOKC - Pemerintah akan memberikan keringanan tarif listrik bagi pelanggam 450 VA dan 900 VA bersubsidi. Untuk pelanggan 450 VA, tarif listrik bahkan digratiskan selama tiga bulan, yaitu April, Mei, dan Juni 2020.
Untuk pelanggan listrik golongan 900 VA bersubsidi, tarif yang dikenakan selama periode itu akan didiskon sebesar 50 persen.
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, mengatakan pemakaian listrik prabayar alias token berbeda-beda. Pemerintah akan memberikan token gratis untuk pelanggan 450 VA selama tiga bulan. Nilainya berdasarkan pemakaian tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
“Pelanggan token 450 VA akan digratiskan dengan jumlah (tagihan) maksimum tiga bulan terakhir,” kata Rida dalam live streaming konferensi pers, ditulis Kamis 2 April 2020.
Untuk yang pelanggan 900 VA bersubsidi yang token, lanjut Rida, akan mendapatkan token separuh dari pemakaian maksimal dalam tiga bulan terakhir.
“Begitu pula dengan 900 VA bersubsidi. Tokennya akan diberikan per bulannya. Kami akan memberikan (diskon) 50 persen dari pemakaian tertinggi selama tiga bulan,” kata dia.

Begini Cara Dapat Token

Lantas bagaimana caranya mendapatkan token gratis dan voucher listrik? Caranya sama dengan kompensasi PLN saat pemadaman di Jawa pada Agustus 2020.
Pelanggan yang berhak dapat listrik gratis ini bisa masuk ke laman PLN dan memasukkan ID pelanggan untuk mendapatkan token gratis atau voucher diskon. Setelah itu, mereka akan mendapatkan kode voucher untuk token listrik.
“ Kemudian, mendapatkan kode voucher (berisi kWh sesuai ketentuan),” kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi. 

Pelanggan 450 Watt Dapat Tarif Listrik Gratis 3 Bulan, Begini Mekanismenya

Pemerintah memutuskan menggratiskan tarif listrik 450 VA dan mendiskon 50 persen untuk pelanggan 900 VA yang bersubsidi. Keringanan ini akan diberikan untuk tagihan tiga bulan ke depan mulai April hingga Juni 2020.
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, menjelaskan keputusna pemerintah tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.
Dalam peraturan itu, terdapat pemberian keringanan tagihan listrik bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA yang bersubsidi.

“ Per April 2020, yang pasca bayar nggak perlu bayar apa-apa yang 450 VA. Yang 900 VA bayar 50 persen,” kata Rida dalam konferensi pers live streaming, Rabu 1 April 2020.
Keringanan ini termasuk biaya pemakaian dan biaya abodemen. 
Masa berlaku keringanan ini untuk pelanggan prabayar adalah rekening listrik April, Mei, dan Juni 2020. Sedangkan yang prabayar, untuk pembelian token listrik pada April, Mei, dan Juni 2020.

Bagaimana dengan yang Token?

Untuk pelanggan prabayar, kata Rida, pemakaian bulanan pelanggan berbeda-beda. Pemerintah telah mengantongi profil konsumsi listrik pelanggan. Setiap bulannya, mereka akan mendapatkan token gratis sebesar pemakaian bulanan tertinggi dari pemakaian 3 bulan terakhir, yaitu Januari, Februari, dan Maret 2020.
“ Pelanggan token 450 VA akan digratiskan dengan jumlah (pemakaian) maksimum dalam tiga bulan terakhir,” kata dia.
Untuk yang pelanggan 900 VA bersubsidi yang token, lanjut Rida, akan mendapatkan token separuh dari pemakaian maksimal dalam tiga bulan terakhir.
“ Begitu pula dengan 900 VA bersubsidi. Tokennya akan diberikan per bulannya. Kami akan memberikan 50 persen dari pemakaian tertinggi selama tiga bulan,” kata dia.

Begini Cara Dapat Tokennya

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi, menjelaskan cara mendapatkan token listrik bagi pelanggan 900 VA bersubsidi dan 450 VA. Sekadar informasi, ada 24 juta pelanggan 450 VA dan 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi yang akan mendapatkan keringanan ini.
Hendra mengatakan PT PLN (Persero) telah berpengalaman memberikan insentif token saat terjadi pemadaman pada Agustus 2019. BUMN ini telah mengantongi database-nya.
Untuk mendapatkan token tersebut, pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi memasukkan ID pelanggan di laman PLN.
“ Kemudian, mendapatkan kode voucher (berisi kWh sesuai ketentuan),” kata dia. 

Sumber :https://m.dream.co.id/dinar/mau-dapat-token-listrik-gratis-begini-caranya-200401g.html?_gl=1*1ppj7wd*_ga*YW1wLUd5Qk9wdXNiMGdOdlV4Yk1vUVpfZVE.


Kasus Baru Positif Corona di Indonesia Turun di 3 Hari Terakhir

Kasus Baru Positif Corona di Indonesia Turun di 3 Hari Terakhir



Jakarta - Bila diamati, jumlah kasus baru positif penyakit akibat virus Corona (COVID-19) mengalami penurunan dalam tiga hari terakhir. Apakah jumlahnya akan terus menurun pada hari-hari selanjutnya?
Dinamika harian angka positif COVID-19 diamati detikcom dari situs pemerintah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Rabu (1/4/2020).

Terlihat pada 28 ke 29 Maret 2020, jumlah total positif COVID-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebanyak 21 kasus baru, dari 109 kasus ke 130 kasus positif COVID-19.
Itu adalah kenaikan terakhir dalam empat hari terakhir. Tren selanjutnya terjadi penurunan kasus baru COVID-19.

Tanggal 29 ke 30 Maret 2020, jumlah total positif COVID-19 di Indonesia mengalami penurunan sebanyak 1 kasus, dari 130 kasus ke 129 kasus baru COVID-19.
Tanggal 30 ke 31 Maret 2020, jumlah total positif COVID-19 di Indonesia turun lagi sebanyak 15 kasus, yakni dari 129 kasus ke 114 kasus baru COVID-19.
Hingga kini (data terakhir diumumkan pemerintah pada 31 Maret kemarin), total kasus positif COVID-19 di Indonesia berjumlah 1.528 kasus.
Memang, tren penurunan jumlah kasus baru per hari bukan sekali ini saja terjadi. Setidaknya Indonesia sudah mengalami tiga kali tren penurunan dalam tiga hari berturut-turut, bahkan empat hari berturut-turut. Tren itu terjadi pada 9, 10, 11, dan 12 Maret; kemudian 13, 14, 15, dan 16 Maret; serta 24, 25, dan 25 Maret.
Penurunan kasus per hari paling tajam pernah terjadi pada 27 ke 28 Maret, yakni menurun selisih 44 kasus, dari 153 ke 109 kasus baru positif COVID-19.

Sumber : https://m.detik.com/news/berita/d-4960800/kasus-baru-positif-corona-di-indonesia-turun-di-3-hari-terakhir/2

Pembebasan 30.000 Narapidana akibat Wabah Virus Corona

Pembebasan 30.000 Narapidana akibat Wabah Virus Corona



BOOKC - Sekitar 30.000 narapidana dewasa dan anak akan keluar penjara lebih cepat dari waktu yang seharusnya akibat penyebaran virus Corona atau penyakit Covid-19.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly memutuskan akan mengeluarkan sebagian narapidana dari penjara untuk mencegah penyebaran Covid-19 di dalam penjara.

Ketentuan itu diatur dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM bernomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Dalam kepmen tersebut dijelaskan, salah satu pertimbangan dalam membebaskan para tahanan itu adalah tingginya tingkat hunian di lembaga pemasyarakatan, lembaga pembinaan khusus anak, dan rumah tahanan negara sehingga rentan terhadap penyebaran virus Corona.

"Pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi adalah upaya pencegahan dan penyelamatan narapidana dan Anak yang berada di Lembaga Pemasyarakatan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak, dan Rumah Tahanan Negara dari penyebaran Covid-19," bunyi diktum pertama Keputusan Menkumham tersebut.

Syarat yang harus dipenuhi bagi narapidana dan anak untuk dapat keluar melalui asimilasi adalah telah menjalani 2/3 masa pidana pada 31 Desember 2020 mendatang bagi narapidana dan telah menjalani 1/2 masa pidana pada 31 Desember 2020 mendatang bagi anak.

Asimilasi tersebut akan dilaksanakan di rumah dan surat keputusan asimilasi diterbitkan oleh kepala lapas, kepala LPKA, dan kepala rutan.

Sementara, syarat untuk bebas melalui integrasi (pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas) adalah telah menjalani 2/3 masa pidana bagi narapidana dan telah menjalani 1/2 masa pidana.

Pembebasan di atas hanya berlaku pada narapidana dan anak yang tidak terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, tidak sedang menjalani subsider, dan bukan warga negara asing.

Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nugroho menegaskan, narapidana dan anak yang terkait PP Nomor 99 Tahun 2012 tidak akan diusulkan asimilasi dan hak integrasi tersebut, termasuk narapidana kasus korupsi dan terorisme.


Tiga Warga Taput Diisolasi Terkait Dugaan Suspect Virus Corona

Tiga Warga Taput Diisolasi Terkait Dugaan Suspect Virus Corona


Direktur Rumah Sakit Umum Tarutung dr Janri Aeoyogie Nababan, bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes, Risma Panjaitan didampingi dr Rustam Simbolon mengungkapkan, tiga warga Kabupaten Tapanuli Utara saat ini menjalani isolasi dan dalam tahap pemantauan terkait dugaan infeksi virus Covid-19.

Tiga pasien dengan jenis kelamin perempuan itu berinisial P (62), K (26), R (52), menjalani isolasi dan pemantauan di rumahnya.

Dari pemeriksaan awal, pada P dijumpai infiltrat gambaran infeksi paru, lalu dilakukan pemeriksaan darah. 

Kesimpulan sementara masih negatif Covid-19, terang dr Janri, Kamis (5/3). merupakan ibunda K yang bekerja pada sebuah kapal pesiar dengan riwayat perjalanan terakhir dari Singapura. Akan tetapi, K dan R, kita nyatakan negatif. Meski, P dan keduanya tinggal serumah, jelasnya. 

Meski demikian, kata dia, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Taput akan berkoordinasi dengan RSUP Adam Malik memutuskan untuk menerapkan isolasi terhadap ketiga pasien. 

Secara teknis, dr Rustam juga menyebutkan, masa isolasi dan pemantauan yang diterapkan atas ketiganya hingga 16 Maret 2020, dilakukan dengan observasi per delapan jam setiap hari.

Sumber: https://faseberita.id/berita/tiga-warga-taput-diisolasi-terkait-dugaan-suspect-virus-corona?fbclid=IwAR3osFarY4O4lRzJIZN2dehfEVfn3ydLypvg1aTVEaru8qgS-UlSO69tE0A

Tak adil, bagaimana dengan banglo Guan Eng, soal Ku Nan

Tak adil, bagaimana dengan banglo Guan Eng, soal Ku Nan



KUALA LUMPUR: Bekas menteri Wilayah Persekutuan Tengku Adnan Tengku Mansor hari ini mendakwa Jabatan Peguam Negara (AGC) bersikap tidak adil kerana mendakwanya menerima RM2 juta daripada seorang ahli perniagaan 2 tahun lepas.

Ketika memberi keterangan di mahkamah di sini hari ini, beliau berkata AGC menarik balik pertuduhan rasuah terhadap bekas menteri kewangan Lim Guan Eng yang didakwa membeli sebuah banglo di bawah harga pasaran.

“Itu tidak adil,” katanya ketika disoal oleh timbalan pendakwa raya Julia Ibrahim.

“Anda mendiskriminasi saya. Anda bercakap kepada media dan merosakkan imej saya,” katanya.

Julia mengingatkannya bahawa beliau kini diperiksa balas dan hanya perlu menjawab “ya” atau “tidak”.

“Jika bekas peguam negara anda boleh menggugurkan pertuduhan terhadap bekas menteri kewangan,” katanya.

“Anda perlu tanya bekas peguam negara,” kata Julia. “Saya bukan peguam negara. Cuba bertenang.”

Pada 30 Jun 2016 Lim didakwa menggunakan jawatan atau kedudukan awamnya sebagai ketua menteri Pulau Pinang untuk mendapatkan suapan untuk diri dan isterinya Betty Chew dengan meluluskan permohonan menukar tanah pertanian kepada tanah perumahan dalam satu mesyuarat ecxo negeri pada 18 Julai 2014.

Beliau juga didakwa menggunakan kedudukannya untuk mendapatkan suapan dengan membeli sebuah banglo daripada ahli perniagaan, Phang Li Koon pada harga RM2.8 juta, yang lebih rendah daripada harga pasaran hartanah itu sebanyak RM4.7 juta pada masa itu.

Phang didakwa bersubahat dengan Lim.

Mereka dibebaskan pada 3 Sept 2018 oleh Mahkamah Tinggi George Town selepas AGC menggugurkan pertuduhan terhadap mereka.

Julia juga bertanya Tengku Adnan tentang wang RM2 juta yang dikatakan diterimanya daripada pengarah Aset Kayamas Chai Kin Kong bagi membiayai 2 pilihan raya kecil pada 2016, dan sama ada beliau memaklumkannya kepada Majlis Tertinggi Umno atau Najib Razak yang merupakan presiden parti pada masa itu.

“Ia tiada kena-mengenai dengan ibu pejabat Umno,” kata Tengku Adnan.

“Saya pengerusi Umno Wilayah Persekutuan, dan saya boleh meminta derma daripada orang ramai, bukan sahaja Tan Sri Chai,” katanya dengan menambah bahawa Julia keliru tentang bagaimana ibu pejabat Umno dan pejabat perhubungan negerinya beroperasi.

Apabila ditanya sama ada beliau merekodkan wang tersebut di dalam akaunnya, beliau berkata, “Kami biasanya tidak merekodkan derma.”

Perbicaraan berjalan di hadapan hakim Mahkamah Tinggi Mohamed Zaini Mazlan.

Tengku Adnan, atau lebih popular dengan panggilan Ku Nan, didakwa menerima RM2 juta daripada ahli perniagan Chai walaupun beliau mengetahui bahawa syraikat Chai mempunyai urus niaga dengan Kementerian Wilayah Persekutuan yang diketuainya pada masa itu.

Dalam pembelaannya, Tengku Adnan berkata, beliau tidak mendapat apa-apa faedah daripada wang RM2 juta itu, yang dibayar kepada syarikat miliknya Tadmansori Holdings Sdn Bhd pada 2016 kerana ia adalah “derma politik” yang digunakan untuk pilihan raya kecil Kuala Kangsar dan Sungai Besar.

sumber: https://www.freemalaysiatoday.com/

First Malaysian tests positive for Wuhan coronavirus

First Malaysian tests positive for Wuhan coronavirus


KUALA LUMPUR: A 41-year-old man from Selangor has become the first Malaysian to be infected by the novel coronavirus (2019-nCoV).
The Malaysian had travelled to a neighbouring country for a conference with international delegates, including some from China.
Health Minister Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad (pic) said the Malaysian man has a travel history to Singapore and the ministry had contacted the republic for contact tracing.
He attended the meeting from Jan 16 to 23 and returned to Malaysia on Jan 23, said Dr Dzulkefly.
On Jan 29, he sought treatment from a private hospital for cough and fever and was referred to Hospital Sungai Buloh on Feb 2, he said in a press conference to announce the update of the 2019-nCoV cases on Tuesday (Feb 4).
He was one of two new cases reported in Malaysia.
The other was a Chinese national aged 61 who arrived in Malaysia on Jan 18 and started having mild fever on Jan 23.
On Feb 2, his fever persisted and he was admitted to Hospital Kuala Lumpur to receive further treatment and a lab test the following day was positive for 2019-nCoV.
He is currently being treated in an isolation ward and is in stable condition.
With the two new cases, the total cumulative number of cases is now 10; five cases from among patients under investigation (PUI) and another five from close contact with positive cases.
Asked how big of a group the Malaysian man had been in contact with and whether there was cause for alarm since he has been moving freely for days, deputy Health director-general Datuk Dr Chong Chee Kheong said that the ministry had just received the information on Monday (Feb 4) night and would contact the family members and friends, as well as those he met during the meeting who had been in close contact with the man.
"We are investigating with our neighbouring country to find out where the infection took place," he said.
Dzulkefly said that besides the Malaysian case, the other nine are Chinese nationals.
He said the total number of coronavirus cases as at 6pm from Jan 10 to Feb 3 were 213 from among PUI - 122 Malaysians, 86 Chinese nationals, one Australian, one Korean, one Jordanian and one Brazilian and one Thai.

From the 213 cases, five were tested positive, 188 negative and 20 still waiting for laboratory test results.
The number of close contact of positive cases was 36 and out of the 36, five were confirmed positive and were in stable condition - four were admitted to Hospital Sungai Buloh, Selangor, and one in Hospital Permai, Johor.
Dzulkefly said the other 27 close contact were tested negative and four more were still waiting for test results.
Of the 107 Malaysians and their families stranded in Wuhan, China, who flew in here on Monday, 105 were ferried by buses to a surveillance centre and two with symptoms were sent to HKL.
Asked about what will be done for the rest of the Malaysians in China, Dzulkefly said it will be handled by the Foreign Ministry, which will update the Cabinet.
"We did not expect logistics issue to prevent them from reaching the airport on time," he said.
A special AirAsia flight bringing Malaysians and non-citizen family members home from Wuhan the epicentre of the 2019-nCov outbreak, landed at KLIA at 5.57am Tuesday (Feb 4).
There were 133 passengers on the flight instead of the expected 167, which departed from the Wuhan Tianhe International Airport at 1.26am.
This comprised 107 who were brought home from China besides 12 crewmembers, eight humanitarian assistance and disaster relief (HADR) mission personnel and six officers from the Malaysian embassy in Beijing.
The 107 were among the 141 Malaysians and their families who had registered with the Malaysian Embassy to be flown back to Malaysia.
They were stranded in China following the coronavirus outbreak, which led to the lockdown of Wuhan, Huanggang and Ezhou cities in the Hubei province in China.
According to the National Disaster Management Agency in a statement on Tues (Feb 4), the 34 did not make it for the flight due because they were outside Wuhan and could not get transport to Wuhan or to the airport.
AirAsia flight AK8264 departed from KLIA2 for Wuhan at 3.50pm Monday (Feb 3) and arrived at Wuhan Tienhi International Airport at 9.10pm.
He sought outpatient treatment at a private hospital and was placed under home surveillance for 14 days.

Jennifer Lopez and Shakira’s Super Bowl halftime show: Five important questions from a truly riveting spectacle

Jennifer Lopez and Shakira’s Super Bowl halftime show: Five important questions from a truly riveting spectacle

Jennifer Lopez and Shakira’s Super Bowl halftime show: Five important questions from a truly riveting spectacle.


Jennifer Lopez and Shakira teamed up Sunday night to become the first two Latina singers to perform together during a Super Bowl halftime show, and it was a spectacle. Here are five very important questions you might have had from a truly riveting, wildly entertaining performance:

1) Was J-Lo making a statement about her Oscars snub with the pole dancing?

J-Lo had a career-defining performance as a stripper/con woman in “Hustlers,” and there was Oscar buzz for months . . . but then she was left off the list for best supporting actress. So, it’s somewhat reasonable to think that J-Lo might have been making a reference to the movie when she started her set on a pole, kicking things off with “Jenny From the Block,” before launching into other smashes including “Waiting for Tonight” and “Love Don’t Cost a Thing.” Later, she climbed back on the pole for a few more incredibly athletic moves in a silver cutout bodysuit that no doubt sent many viewers scrambling to their phones to ask, “Seriously, how old is J-Lo?!?” (She’s 50, by the way.)

2) Was that J-Lo’s daughter?

Yes, it was! Readers of the tabloids might know that J-Lo has 11-year-old twins with her ex-husband Marc Anthony, and it was young Emme who took the stage for “Let’s Get Loud” with a children’s choir.

3) So, what will the reaction be to the U.S.A. and Puerto Rico flag moment?

It’s hard to get more polarizing than when musicians make political statements at the Super Bowl — and this one wasn’t subtle: As the choir sang “Born in the U.S.A.,” J-Lo whipped open her U.S.A. flag cape to reveal that the inside was the Puerto Rican flag. As a reminder, before the game, J-Lo said “Two Latinas doing this in this country at this time is just very empowering to us,” while Shakira (who kicked off her portion of the show with “Hola Miami!”) stated, “It’s very important for us to convey a message of unity and also to show what a relevant force the Latin community is in this country.”

4) What was with the rope?

In case you didn’t know, Shakira is famous for her rope dancing during “Whenever, Wherever” on tour. And she demonstrated some incredible dance moves on her own as she ticked off hits including “She Wolf” and “Hips Don’t Lie."

5) Was that an Ali G tribute??

Guest stars during the show included J Balvin, who sang “Mi Gente” with J-Lo, and Bad Bunny, who joined Shakira for “I Like It” in an all-silver ensemble that reminded some people of a certain Sacha Baron Cohen character. While we’re guessing that it was a coincidence, social media still had a great deal of fun with the comparison.



Najib, Rosmah in neighbouring courtrooms for separate trials

Najib, Rosmah in neighbouring courtrooms for separate trials



KUALA LUMPUR: For the first time, Malaysia is seeing former prime minister Datuk Seri Najib Razak and his wife Datin Seri Rosmah Mansor simultaneously standing trial at the High Courts here, with each facing criminal charges of their own.
Monday (Feb 3) is the first day of hearing for Rosmah, 69, who is accused of three counts of graft amounting to hundreds of millions of ringgit involving a solar hybrid project in Sarawak.
She allegedly solicited for herself a RM187.5mil bribe from Jepak Holdings Sdn Bhd managing director Saidi Abang Samsudin, through her former aide Datuk Rizal Mansor.
The money was a reward for helping Jepak Holdings obtain a project, through direct negotiations with the Education Ministry, for installing solar hybrid systems and the maintenance and operation of diesel generators for 369 rural schools in Sarawak.
The project, known as “Project Bersepadu Sistem Solar Photovoltaic (PV) Hibrid”, was valued at RM1.25bil, and RM187.5mil is 15% of that amount.
For the second charge, she was accused of receiving RM1.5mil from Saidi as a reward for assisting Jepak Holdings obtain the same project.
Rosmah was charged again for allegedly receiving a bribe of RM5mil from Saidi through Rizal, for the same purpose.
Two witnesses are expected to take the stand before High Court judge Justice Mohamed Zaini Mazlan for Rosmah's hearing, which will commence at 2pm.
She was initially set to stand trial together with Rizal, who was accused of abetting her.
However, in a surprising turn of events, Rizal was acquitted after the prosecution withdrew all four charges against him on Jan 8.
Meanwhile, Najib's SRC International Sdn Bhd trial resumes. He is still on the stand for his defence.
The 67-year-old Pekan MP is facing seven charges – three for criminal breach of trust, one for abuse of power and three for money laundering involving SRC International funds totalling RM42mil.

Refrensi: https://www.thestar.com.my/news/nation/2020/02/03/najib-rosmah-in-neighbouring-courtrooms-for-separate-trials

The federal investigation of the helicopter crash that killed Kobe Bryant and eight others

The federal investigation of the helicopter crash that killed Kobe Bryant and eight others

The federal investigation of the helicopter crash that killed Kobe Bryant and eight others began to unfold on Monday, with experts questioning why the pilot flew in foggy conditions and the chopper's maintenance history.

Sunday morning visibility was so poor that both the Los Angeles County Sheriff's Office and Police Department grounded their choppers. It's unclear if weather played a role in the crash.

Investigators will review flight records and collect other data from the helicopter's operator to help determine how it slammed into a hillside near Malibu, National Transportation Safety Board member Jennifer Homendy said.

But the process of gathering evidence and recovering the bodies from the wreckage will be difficult. The chopper crashed in rugged terrain and the limited roads to access the site have been flooded with onlookers, Los Angeles County Sheriff Alex Villanueva said.

Recovery and identification of the nine victims is expected to be completed over the next few days, said Los Angeles County Medical Examiner-Coroner Jonathan Lucas. Bryant was on the helicopter with his daughter, Gianna; John Altobelli, the head baseball coach at Orange Coast College and his wife and daughter, Keri and Alyssa.

Girls basketball coach Christina Mauser was also among the victims in the helicopter crash, according to Katrina Foley, the mayor of Costa Mesa, California. Mauser was an assistant coach to Bryant in youth basketball.

The debris field from the Sikorsky S-76B covered 100 yards and emitted smoke for hours on Sunday after crashing in foggy weather.

Searching for a data collection device in the charred wreckage is one of the next steps, said Dan Deutermann, a consultant for aviation risk management company The Squadron. 

The low visibility at the time could jeopardize the validity of witness interviews, Deutermann added.

"They’re going to look at pilot records and see if they can piece together any witness statements, which witnesses are so-so on a foggy day," Deutermann said.

Justin Green, an aviation attorney in New York who flew helicopters in the Marine Corps, said weather may have contributed to the crash. Pilots can become disoriented in low visibility, losing their sense of direction.

refrense: https://www.usatoday.com/story/news/nation/2020/01/27/kobe-bryant-crash-ntsb-investigation-what-happened/4585384002/

China battles coronavirus outbreak: All the latest updates

China battles coronavirus outbreak: All the latest updates

China is extending the Lunar New Year holiday for three days and enforcing strict containment measures in an attempt to curb the spread of a new coronavirus that has killed 81 people and infected at more than 2,700.



More than 56 million people in almost 20 cities, including Wuhan, the capital of Hubei province where the virus originated, have been affected by travel restrictions, introduced amid fears the transmission rate will balloon as hundreds of millions of Chinese travel during the Lunar New Year celebrations.

Health authorities around the world are taking action to prevent a pandemic as more countries report cases. Confirmed cases have so far been announced in several Asian countries, Europe and North America.

The World Health Organization (WHO) has acknowledged the respiratory illness is an emergency in China but the organisation said on Thursday it was too early to declare the outbreak a public health emergency of international concern.

Here are the latest updates:

Monday, January 27
Iraq working to evacuate students from Wuhan: Foreign Ministry
Iraqi embassy officials in China are working with Chinese authorities to provide services to and evacuate Iraqi students from Wuhan.

"Everyone is awaiting approval for the Iraqis to leave the city," Foreign Ministry Spokesman Ahmed al-Sahaf said in a press release.

He added that "through continuous monitoring" the embassy had not recorded any case of the virus in the students.

UAE: Impact of virus on oil demand should not be 'exaggerated'
The United Arab Emirates' Minister of Energy said the oil market should not overreact to the possible impact of the outbreak on demand.

Suhail al-Mazrouei said he was confident in the ability of China and the international community to bring the current outbreak under control.

Face mask shortage in China boosts sales in Seoul
A shortage of face masks in many Chinese cities has prompted tourists to stock up while abroad.

In the South Korean capital, queues formed outside pharmacies as some of the tens of thousands of Chinese tourists thought to be spending the Lunar New Year holiday in South Korea waited to buy masks.

Al Jazeera's Rob McBride, reporting from Seoul, said "a steady stream of [Chinese] visitors have been snapping up literally armfulls of face masks, filling up the bags and in some instances the cases that they're going to be returning to China with at the end of their holiday".

Number of infected people likely much higher: HK public health expert
A senior public health expert in Hong Kong said the real number of people infected by the new coronavirus is likely close to 25,000 - significantly higher than the 2,744 cases confirmed by China's National Health Commission.

Gabriel Leung, the head of the Li Ka Shing Faculty of Medicine at the University of Hong Kong told a press briefing that his team's research indicated that there were likely around 44,000 cases in the incubation stage in Wuhan, adding that the rate of infection will double every six to seven days.

"This is based on computer modeling, it doesn't mean it's necessarily going to happen but he said it is a forecast, a sort of worst-case scenario," Al Jazeera's Adrian Brown, reporting from Hong Kong said.


Germany mulling evacuating citizens from Hubei: German FM
Germany is considering evacuating its citizens from Hubei, Foreign Minister Heiko Maas said.

"We are now also considering a possible evacuation of all Germans who are willing to leave," Maas told a news conference, adding that a team from the German embassy in Beijing would arrive in Wuhan on Monday to help Germans there.

Maas said Germans should avoid all travel to China that was not absolutely necessary.

WHO chief arrives in Beijing
WHO chief Tedros Adhanom Ghebreyesus has arrived in Beijing for talks on the outbreak, the health organisation's office in Beijing confirmed.

He is scheduled to meet representatives of government agencies and other experts who are involved in the crisis management efforts.

More Read : https://www.aljazeera.com/news/2020/01/china-battles-coronavirus-outbreak-latest-updates-200127021414201.html